Jumat, 12 Juli 2019

Mengaktifkan radio wireless 2Ghz dan 5Ghz pada Cisco Aironet Seri 1040 via CLI

Bismillahirrahmanirrahiim

Tulisan kali ini merupakan lanjutan dari yang sebelumnya yaitu cara mengaktifkan mode browser pada AP Cisco Aironet Seri 1040. Jika anda ingin tahu caranya silakan baca disini

OK, let's get started

Semua perintah dibawah ini dilakukan pada mode configure

Pertama, saya menambahkan atau membuat nama ssid nya terlebih dahulu dengan mengetikkan perintah dibawah ini. Anda cukup mengetikkan perintah yang berada setelah tanda pagar
ap(config)#dot11 ssid AP_Cisco
Kedua, saya tidak menggunakan autentikasi apapun karena access point ini akan saya hubungkan dengan perangkat router saya, sehingga saya cukup mengetikkan :
ap(config-ssid)#authentication open
Ketiga, saya akan broadcast nama ssid yang telah dibuat sebelumnya lalu saya akan keluar dari pengaturan ssid. Untuk membroadcast ssid tersebut lalu keluar dari pengaturan ssid, saya mengetikkan perintah ini :
ap(config-ssid)#guest-mode
ap(config-ssid)#exit
Keempat, saya akan menerapkan konfigurasi ssid tadi ke interface 2,4 Ghz. Masuk terlebih dahulu ke interface 2,4 Ghz, lalu mengaktifkan ssid yang telah dibuat sebelumnya :
ap(config)#interface dot11Radio 0
ap(config-if)#ssid AP_Cisco
Kelima, saya memilih channel agar tidak terjadi interferensi dengan access point saya yang lainnya. Disini saya menggunakan channel 11 untuk radio 2,4Ghz, cara sebagai berikut
ap(config-if)#channel 11
Terakhir, saya mengaktifkan interface 2,4Ghz dengan cara
ap(config-if)#no shutdown
Laptop telah mendeteksi SSID dari Cisco Aironet
Nah sampai disini sebenarnya telah selesai, sementara untuk radio 5Ghz nya anda cukup mengulangi semua langkah - langkah di atas tapi yang perlu diperhatikan adalah pemberian nama SSID untuk interface 5Ghz dibedakan dengan yang 2,4Ghz. Dan juga pada saat penerapan ssid ke interface 5Ghz anda mesti merubahnya ke dot11Radio 1, begitu juga dengan channelnya tidak lagi menggunakan angka 1 sampe 11 tapi disesuikan dengan frekuensi 5Ghz.

Mungkin cukup dulu sampai disini. Jika ada yang keliru atau kurang dari saya mohon dimaafkan dan silakan dikritik, diberi saran atau dikomentari.

Semoga bermanfaat buat kita semua dan sampai ketemu di tulisan saya berikutnya.

Terimakasih dan wassalamualaikum

Menampilkan WebGUI, AP Aironet Seri 1040

Bismillahirrahmanirrahiim

Tulisan kali ini saya akan berbagi tentang cara setup access point cisco aironet seri 1040. Tidak usah banyak basa-basi.

Let's get started

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menghubungkan perangkat AP dengan PC/laptop menggunakan kabel console. Nah ini juga yang membuat AP buatan Cisco ini menjadi terasa berbeda dengan AP merk lain.

Langkah ke-2, anda buka aplikasi putty dan masuk ke menu cli dan lakukan konfigurasi ip address pada interface bvi1. Saya berharap anda sudah cukup familiar dengan lingkungan command line terutama pada perangkat - perangkat cisco.

Langkah ke-3, anda setting juga ip address laptop / pc anda satu range dengan ip yang telah anda konfigurasi di AP.

Langkah ke-4, hubungkan perangkat AP dengan laptop anda menggunakan kabel UTP tapi dengan perantara switch ataupun router mikrotik yang di bridging beberapa port nya. Mungkin anda akan bertanya - tanya, kenapa harus diantarai router ataupun switch. Nah disini saya mendapatkan masalah ketika saya menghubungkan langsung perangkat AP dengan laptop saya, yaitu network adapter di laptop saya dalam keadaan "unreachable" padahal status pada perangkat AP "no shutdown". Saya sudah mencoba berkali - kali tapi tetap sama hasilnya sehingga saya berkesimpulan untuk menggunakan switch ataupun router sebagai perantara perangkat AP dengan laptop saya dan hasilnya pada saat saya ping, saya mendapat balasan atau reply dari perangkat AP tersebut.

Langkah ke-5, anda cukup membuka web browser kesukaan anda dan mengetikkan alamat ip yang telah anda setting tadi pada perangkat AP

Langkah ke-6, anda tinggal memasukkan user dan password dari perangkat AP anda. Secara default, anda bisa memasukkan :
user = Cisco 
password = Cisco
Penulisan username dan password menggunakan sistem sensitve case

Tampilan awal setelah memasukkan username dan password
Nah, untuk selanjutnya silakan setting AP anda sesuai kebutuhan.

Sekian tulisan kali ini.
Jika ada salah kata atau keliru dalam hal apapun pada tulisan ini, silakan dikritik atau diberi saran atau dikomentari.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan berikutnya

Wassalamualaikum

Kamis, 11 Juli 2019

Lab_2 ~ Pemilihan Jalur pada Static Route

Bismillahirrahmanirrahiim

Tulisan ini berisi tentang lab - lab yang telah saya lakukan ataupun kasus - kasus yang pernah saya alami langsung di lapangan.

OK, let's get started

Pemilihan jalur pada static route itu melihat dari dua kategori :
  1. Destination address / tujuan
  2. Distance
Destination address / tujuan, akan dilihat seberapa spesifik tujuannya atau bisa juga dikatakan seberapa sedikit jumlah host nya. Oleh karena itu semakin spesifik address tujuan maka akan diprioritaskan.

Contoh :
  1. Network 192.168.88.0/25 lebih spesifik atau lebih sedikit jumlah hostnya dibandingkan network 192.168.88.0/24
  2. Network 192.168.99.0/30 lebih spesifik atau lebih sedikit jumlah hostnya dibandingkan network 192.168.99.0/28
Distance merupakan nilai kepercayaan router terhadap suatu jalur / rute. Semakin kecil nilai distance pada sebuah jalur / rute maka akan semakin diprioritaskan untuk melewati jalur tersebut. Distance memiliki nilai dari 0 - 255. Dan jika distance bernilai 255 maka akan otomatis ditolak. Adapun nilai default distance untuk masing - masing protocol routing sebagai berikut :
  • Connected route = 0
  • Static route = 1
  • eBGP = 20
  • OSPF = 110
  • RIP = 120
  • MME = 130
  • iBGP = 200
Disini saya akan mempraktekkan dengan topologi sederhana seperti di bawah ini :
Saya akan coba melakukan konfigurasi pada semua device dan membuktikan bahwa benar jika destination addressnya / tujuannya lebih spesifik atau jumlah hostnya lbh sedikit maka jalur / rute tersebut yang akan diprioritaskan

Perhatikan konfigurasinya pada masing - masing router !

Konfig R1 :
ip route add dst-address=192.168.10.0/25 gateway=12.12.12.2
ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=13.13.13.3
 Konfig R2 :
ip route add dst-address=10.0.0.0/24 gateway=12.12.12.1
Konfig R3 :
ip route add dst-address=10.0.0.0/24 gateway=13.13.13.1
Setelah konfigurasi pada semua device selesai, maka selanjutnya saya melakukan verifikasi ping dari PC-1 ke SERVER.

Dan setelah ping berhasil, selanjutnya saya melakukan traceroute untuk melihat packet dari PC-1 melewati gateway yang mana untuk menuju ke SERVER.

Berikut verifikasi di setiap device :
Verifikasi IP Address dan IP Route pada R1
Verifikasi IP Address dan IP Route pada R2
Verifikasi IP Address dan IP Route pada R3
Verifikasi Ping dan Trace dari PC-1 ke SERVER
Coba perhatikan baik - baik pada saat saya melakukan verifikasi trace pada PC-1 ke SERVER, disana terlihat saya melewati jalur / rute gateway 12.12.12.2

Sehingga benarlah jika pemilihan jalur / rute itu dilihat berdasarkan seberapa spesifik dst-addressnya.

Sekian dulu tulisan ini, semoga bermanfaat untuk pembaca dan jika ada kekurangan dalam tulisan ini, silakan dikritik, dikomentari atau diberi saran semoga semakin baik ke depannya.

Terima kasih dan sampai jumpa di lab berikutnya

Wassalamualaikum

Senin, 08 Juli 2019

Lab_1 ~ Static Route MikroTik

Bismillahirrahmanirrahiim

Tulisan saya ini tentang lab - lab yang telah saya lakukan ataupun kasus - kasus yang pernah saya alami langsung di lapangan.

OK, let's get started

Static route itu menurut saya, rute / jalur di dalam sebuah jaringan yang dibuat secara manual.

Nah cara konfigurasinya bagaimana di MikroTik ??? Silakan lanjutkan bacaan anda.


Di atas adalah topologi sederhana yang saya lab-kan.

Untuk konfigurasinya saya lakukan di New Terminal di WinBox dengan cara mengetikkan perintah di bawah ini :

Konfigurasi pada R1 :
ip route add dst-address=20.20.20.0/24 gateway=12.12.12.2
 Konfigurasi pada R2 :
ip route add dst-address=10.10.10.0/24 gateway=12.12.12.1
Setelah saya lakukan konfigurasi di atas, selanjutnya adalah melakukan verifikasi terhadap routing yang saya lakukan dengan mengetikkan perintah di bawah ini :

Perintah dibawah ini saya lakukan pada R1 dan R2 :
ip route print
Setelah perintah dieksekusi, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini


Pada R1, terlihat telah tercipta jalur / rute yang menuju ke network 20.20.20.0/24 melalui gateway 12.12.12.2


Pada R2, terlihat telah tercipta pula jalur / rute yang menuju ke network 10.10.10.0/24 melalui gateway 12.12.12.1

Setelah saya melakukan verifikasi pada tabel routing, selanjutnya saya melakukan verifikasi koneksi antara PC1 ke PC2 maupun sebaliknya.

Pada PC-1, saya melakukan ping ke IP 20.20.20.2 yang merupakan IP di PC-2 dan terlihat ada balasan dari PC-2

Pada PC-2, saya juga melakukan ping ke IP 10.10.10.2 yang merupakan IP di PC-1 dan terlihat ada balasan dari PC-1

OK, sampai disini saya telah berhasil melakukan routing secara static karena antara PC-1 dan PC-2 telah berhasil terhubung.

Sekian dulu tulisan ini, semoga bermanfaat untuk pembaca dan jika ada kekurangan dalam tulisan saya ini, silakan dikritik melalui komentar

Terima kasih dan sampai jumpa di Lab saya berikutnya

Wassalamualaikum